Sunday, 21 September 2014

Rintihan Hati Anak Perantau


Lelah kaki ini berjalan
Letih jiwa ini penuh pikiran
Lama sudah ku tempuh kehidupan
Lama sudah ku berada di perantauan,

Jemu diriku tak pernah usang
Jenuh mataku tuk memandang
Jejak harapan yang kian terbang
Jelajahi  dunia yang luas membentang

Berlari ku tak bertepi
Berderai air matapun tak berarti
Berlalunya waktu yang kian berganti
Bosan dan kejenuhan di dalam hati

Kian membakar semangat ku
Di perantauan
Ketahanan yang hanya bisa ku lakukan
Keterpurukan menahan kerinduan
Karena perjalanan ku belum juga sampai
Tujuan,

Hanya sehelai kertas yg menjadi pelampiasan
Hanya sebatang pena menjadi tumpuan
Hati ku ini mengalir kedalam
Kata berbariskan  hampa yang penuh Kesedihan

Bosan rasanya hari hari ku
Berpadu kesepian yang mencumbu
Berlinanglah Air mataku karena sendu
Berlalunya sang waktu yg kian membisu

Terlintas sejenak dalan fikirku
Yg terucap dalam hati penuh ragu
Tegarkan aku jika semua ini membelenggu
Yg terpaku dan terdiam semakin kaku layu

Beginilah nasib ku sang perantau
Beginilah rada hati yang merindu
Berlaripun tak mampu berhenti karena waktu
Berderai air mata menahan karena pilu

Ingin ku berteriak namun tak dapat bersuara
Ingin mengucapkan namun tak dapat ku Berkata
Inilah yang terasa yang dapat kurasa
Itulah sebaknya hati sang pengembara

Kuingin kembali bersama asa ku
Tapi ku tak mampu tuk kembali
Karena sang waktu tlah berlalu
Kebosananku ini karna terbelenggu rindu

#Putrarossiy